Natasha Angel – Kelompok kerja untuk mempercepat penanganan wabah corona terus melakukan kegiatan untuk mengharapkan penyebaran korona di masyarakat. Melalui Satuan Lantas Polres Banyuwangi, mereka sekali lagi bersosialisasi di Banyuwangi beberapa kali. Dalam rangka mensosialisasikan bahaya virus corona ini anggota satuan lalu lintas polres banyuwangi menggunakan helm yang mengibaratkan virus corona untuk mengingatkan warga akan bahaya penyebaran virus corona. Dalam kegiatan sosial, mereka menyamakan helm yang mereka kenakan dengan virus Corona, yang dapat menginfeksi orang yang tidak memenuhi SOP kapan saja untuk mengatasi virus Corona.

Selain kegiatan sosial, polisi membagikan beberapa masker kepada pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan masker. Penunggangnya dihentikan dan masker direkomendasikan. Kegiatan ini akan dilakukan secara menyeluruh di beberapa tempat. Bahkan di perbatasan antara Wongsorejo dan Kalibaru, ada stasiun pos tempat penduduk akan dilarang memasuki Banyuwangi.

Tak hanya kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh polresta banyuwangi, namun upaya untuk meminimalisir penyebaran virus corona juga dilakukan oleh pihak PT.KAI dengan melakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan alat pengukur suhu tubuh yang diterapkan untuk memonitor suhu tubuh para calon penumpang kereta api. Proses pengecekan suhu tubuh ini terlihat dilakukan oleh petugas stasiun kereta api kalisetail yang dilakukan untuk memonitor suhu tubuh calon penumpang, penumpang tidak diperbolehkan menggunakan sarana transportasi kereta api apabila suhu tubuh mereka melebihi 35 derajat celcius.

alat pengukur suhu tubuh

Penambahan Jumlah Rumah Sakit Untuk Mengantisipasi Pasien Corona

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah mengusulkan untuk menambah empat rumah sakit rujukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menangani kasus wabah virus corona. Dokumen ini diajukan untuk mengantisipasi apabila ada penambahan jumlah pasien di daerah tersebut. Widji Lestariono, juru bicara Satuan Tugas Covid-19 mengatakan bahwa lima rumah sakit yang akan dijadikan rujukan adalah Rumah Sakit Genteng Wetan, Rumah Sakit Al Huda, Rumah Sakit Fatima, Rumah Sakit Bhakti Husada, dan Rumah sakit Graha Medika. Sebelumnya di Banyuwangi, hanya ada satu rumah sakit rujukan Covid 19 yakni rumah sakit umum daerah Blambangan.

Pemerintah daerah banyuwangi mengatakan bahwa penambahan jumlah rumah sakit rujukan dilakukan untuk mengcover daerah banyuwangi yang terbilang merupakan daerah luas di jawa timur. Jarak dari desa ke pusat kota terjauh dapat mencapai tiga jam perjalanan hal inilah yang membuat pemerintah daerah banyuwangi memutuskan untuk menambah jumlah rumah sakit rujukan untuk pasien corona.

Menurut penuturan data yang diperoleh dari satuan petugas percepatan penanganan Covid-19 daerah jawa timur. Beberapa daerah yang di cap zona merah ternyata belum mampu memenuhi kebutuhan ruang observasi, bahkan yang paling sedikit belum sampai menyentuh angka 20 persen kebutuhan ruang observasi. Kabar baik untuk warga daerah banyuwangi yang memiliki kasus positif virus corona, sebanyak 3 orang dimana 1 pasien corona sudah dinyatakan  sembuh dan sayangnya 1 orang pasien meninggal dunia, serta 1 orang pasien masih dirawat. Presentasinya kebutuhan ruang observasi sudah mencapai 100 persen. Melihat Banyuwangi yang memiliki 189 desa dan 28 kelurahan ini di setiap kelurahan dan desa sudah terdapat ruang observasi.

Ketersediaan ruang observasi ini sangat vital untuk mencegah penyebaran virus corona. Ruang observasi ini bertujuan untuk melakukan isolasi dari para warga pendatang yang baru masuk daerah banyuwangi saat adanya wabah virus corona. Diharapkan dengan ketersediaan ruang observasi ini, warga banyuwangi sendiri dapat meminimalisir penyebaran virus corona di daerahnya.

Bentuk pencegahan penyebaran virus corona di daerah banyuwangi sendiri terhitung sudah optimal, dimana di setiap kantor bank saat ini sudah terdapat alat pengukur suhu tubuh yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh para pegawai dan juga nasabah yang hendak masuk ke kantor bank. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mencegah penyebaran wabah virus corona yang sudah masuk ke daerah kabupaten banyuwangi. Para nasabah yang hendak masuk ke kantor bank sendiri merasa lebih aman dan tenang dengan adanya alat pengukur suhu tubuh yang digunakan oleh pihak bank untuk melakukan tes kepada para nasabah.

alat pengukur suhu tubuh

Banyuwangi Kota Tertib Razia Di Tengah Wabah Corona

Satuan polisi pamong praja rajin melakukan razia terhadap masyarakat yang masih saja ngeyel melakukan aktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan masker. Seperti yang dilakukan oleh satuan polisi pamong praja pada hari sabtu 18 april kemarin, satuan polisi pamong praja menertibkan sejumlah kerumunan orang yang melakukan aktivitas tidak penting. Hal ini dilakukan untuk menghimbau dan mengingatkan masyarakat bahwa wabah corona masih harus diwaspadai di daerah banyuwangi.

Hal ini sempat memancing protes dari warga, namun anggota satuan polisi pamong praja yang tetap tenang dan memberikan penjelasan kepada warga sukses meredam emosi warga yang nyaris tersulut. Alasan dari warga yang tetap berkumpul di tengah wabah corona ini kebanyakan adalah mereka tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Satuan polisi pamong praja sendiri mengetahui bahwa warga terutama yang memiliki tingkat ekonomi menengah kebawah masih butuh makan di tengah mewabahnya virus corona ini. Akhirnya satuan polisi pamong praja merekomendasikan bagi warga yang tetap bekerja di tengah wabah corona ini untuk selalu menggunakan masker.

Selain dari satuan polisi pamong praja banyak masyarakat yang memiliki inisiatif untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh kepala dusun jalen kecamatan genteng kabupaten banyuwangi. Kepala dusun jalen ini menggagas dilakukannya penyemprotan dan juga menyediakan rumah yang khusus digunakan untuk ruang observasi bagi warga pendatang. Ruang observasi ini digunakan khusus bagi warga yang datang dari luar daerah, ruang observasi ini juga dilengkapi dengan alat pengukur suhu tubuh yang bisa digunakan untuk memantau suhu warga yang di isolasi.

Ditengah mewabahnya virus corona di daerah banyuwangi ini ada saja warga yang memiliki inisiatif untuk menjaga penyebaran virus corona, selain dengan berinisiatif untuk melakukan penyemprotan desinfektan yang dilakukan oleh para ketua rt setempat. Masyarakat juga sudah terlihat mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap dirumah apabila tidak ada kegiatan yang mendesak. Warga jalen setail sendiri yang terpaksa harus bekerja di tengah wabah corona sendiri sudah mulai sadar untuk menggunakan masker ketika keluar ruangan.

Meskipun hingga saat ini pasien positif corona di banyuwangi sendiri masih bisa dihitung dengan jari namun, langkah sigap dari pemerintah dan juga tindakan kooperatif dari masyarakat patut diberikan apresiasi ditengah semakin mewabahnya virus corona di dunia. Pemerintah banyuwangi sendiri masih menggodok keputusan untuk menggelontorkan bantuan tunai guna membantu warganya terutama yang memiliki tingkat ekonomi menengah kebawah yang terdampak langsung oleh virus corona ini. Keluh kesah masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah kebawah ini ditampung oleh bupati banyuwangi Azwar Anas dan beliau berjanji akan segera menggodok keputusan untuk mengeluarkan bantuan langsung tunai yang ditujukan khusus untuk warga dengan tingkat ekonomi menengah kebawah yang secara finansial sangat membutuhkan bantuan dari pihak pemerintah daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *