Natasha Angel – Surabaya bukanlah kota yang asing di telinga rakyat Indonesia. Ibu kota provinsi Jawa Timur ini merupakan salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia, bersama dengan Jakarta, Bandung, Makassar, Semarang, dan Medan. Kota ini menjadi saksi bisu bahwa Indonesia mempunyai pemuda-pemuda yang berjuang demi kemerdekaan bangsa. Salah satunya peristiwa pertempuran pada tanggal 10 November 1945.

Tanggal ini kemudian diabadikan menjadi nama sebuah museum di Surabaya, yakni Museum Sepuluh November. Nah, apabila ingin berwisata sejarah, destinasi ini sangat direkomendasikan untuk Anda.

Sekilas tentang Museum Sepuluh November

pilihan hotel di Surabaya
Museum Sepuluh November (sumber : google.com/maps)

Museum Sepuluh November didirikan di kompleks Tugu Pahlawan. Kedua bangunan ini memiliki hubungan yang erat dengan peristiwa 10 November 1945. Museum Sepuluh November dibangun untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang berjuang dalam pertempuran di Surabaya.

Destinasi wisata sejarah ini diresmikan oleh Presiden ke-3 Indonesia, Kiai Haji Abdurrahman Wahid pada tanggal 19 Februari 2000. Sempat dilakukan pembenahan pada kawasan Museum Perjuangan Sepuluh November dan Tugu Pahlawan. Perubahan lanskap dipimpin oleh arsitek Ir. Sugeng Gunadi, MLA, seorang lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Arsitektur Museum Sepuluh November

Posisi museum ini terletak 7 meter yang menjorok ke bawah Tugu Pahlawan dan terbagi menjadi dua bangunan. Kedua bangunan memiliki arsitektur yang sama, tetapi ukurannya berbeda. Bangunan yang lebih besar berada di depan, sedangkan bangunan yang lebih kecil berada di belakang. Desainnya menyerupai piramida dan terdiri atas kerangka besi yang membentuk bidang segitiga kecil. Kemudian, bagian kerangka ditutup dengan kaca tebal bening yang tampak hitam legam dari arah luar.

 Apa Saja yang Bisa Anda Temukan di Museum Ini?

Gedung museum terbagi atas dua lantai. Di lantai pertama, Anda akan menjumpai patung pahlawan di tengah ruangan. Terdapat barang-barang bersejarah yang dipajang di sekitarnya. Sebut saja barang-barang peninggalan Bung Tomo, H. R. Muhammad Mangundiprojo, serta peninggalan selama pertempuran. Selama menelusuri lantai ini, Anda akan disuguhkan dengan rekaman orasi Bung Tomo yang menggugah semangat.

Sementara itu, lantai dua berisi ruang-ruang diorama yang menakjubkan. Terdapat diorama yang menceritakan peristiwa 10 November 1945 hingga kemerdekaan Indonesia. Pengunjung juga bisa melihat berbagai senjata yang digunakan selama perang berlangsung.

 Lokasi, Jam Operasional, dan Tiket Masuk

pilihan hotel di Surabaya
Museum Sepuluh November (sumber : google.com/maps)

Museum Sepuluh November beralamat di Jalan Pahlawan, Alun-Alun Contong, Bubutan, Surabaya. Anda bisa mencapai tempat wisata ini menggunakan transportasi umum atau menyewa jasa ojek. Museum buka dari hari Selasa sampai Jumat pukul 08.00―14.00 WIB serta hari Sabtu dan Minggu jam 08.00―13.30 WIB. Khusus hari Senin dan hari libur nasional, museum akan ditutup.

Harga tiket masuk untuk umum dikenakan sebesar Rp2.000. Namun, jika datang secara beramai-ramai, pengunjung akan mendapatkan harga spesial. Untuk grup berisi minimal 30 orang akan diberi diskon 10% dari harga normal. Sementara itu, grup berisi 100 hingga 200 orang akan mendapatkan diskon sebanyak 15%. Terakhir, grup 201-300 berhak memperoleh diskon 20%.

Itulah seluk-beluk mengenai Museum Sepuluh November yang berada di Surabaya. Tempat yang menyimpan sejarah ini sangat sayang jika terlewatkan. Akan lebih seru apabila Anda mengajak anak-anak kemari untuk berwisata edukasi.

Selanjutnya, jangan lupa booking hotel di Airy. Temukan berbagai pilihan hotel di Surabaya yang menawarkan 7 jaminan kenyamanan standar di setiap kamarnya. Selain itu, dapatkan kemudahan transaksi yang bebas dari penipuan dan tak akan mengecewakan. Semoga perjalanan liburan Anda menyenangkan, dan jangan lupa liburannya setelah wabah virus Corona berakhir ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *