Natasha Angel – Anak pada masa pertumbuhannya akan banyak mengalami pertumbuhan, mulai dari pertumbuhan fisik, pertumbuhan motorik, sosial sampai pada pertumbuhan emosi dan sosial. Tahap perkembangan sosial emosional anak usia dini sendiri bermacam-macam tergantung pada pola didik sang pengasuhnya. Jika terlalu dikekang dan tidak diberikan kepercayaan, maka akan membuat mereka menjadi makhluk pasif ketika beranjak dewasa kelak, sedangkan pola didik yang benar akan menghasilnya anak dengan kemampuan luarbiasa dalam pengelolaan emosi dimasa dewasanya. Perkembangan emosi anak akan berbeda tergantung dari umur mereka. Berikut adalah indicator standar perkembangan emosi anak berdasarkan umurnya.

tahap perkembangan sosial emosional anak usia dini

Usia 1 tahun sampai 2 tahun

Anak diusia ini sudah mengalami perkembangan emosi. Hal ini ditunjukkan dengan tangisan yang pecah ketika mereka berada di tinggalkan oleh pengasuhnya meski hanya sebentar dan menjadi senang ketika berada didekat orang yang dirasanya aman. Menjelang umur satu tahun, anak sudah mulai menunjukkan emosi lain yakni perasaan berani ketika memulai gerakan baru semisal berdiri, dan berjalan. Peran pengasuh disini sangat lah penting. Jangan berikan mereka rasa was was. Memang sang anak pasti akan mengalami kegagalan dalam prosesnya tapi dari sanalah mereka belajar.

Usia 2 tahun sampai 3 tahun

Pada masa ini si kecil masih mengalami perkembangan emosi yang dinamis. Kebiasaan tanrum disini masih sering muncul. Tanrum sendiri merupakan bentuk luapan emosi yang meledak-ledak ketika sang bayi merasa keinginannya tidak tercapai.

Selain itu, anak pada masa ini sudah bisa untuk mengenali lingkungan sekitar dan mulai bersosialisasi. Kempuan dasar berupa bisanya untuk menyebut nama teman sepermainannya merupakan indicator perkembangan emosi si kecil.

Kenaikan rasa ingin tahunya meningkat pada saat ini. Anak biasanya akan bereksplorasi dengan lingkungan sekitar untuk mengetes sejauh mana mereka bisa membaur. Pada masa ini pula muncul rasa mandiri dari sang anak untuk melakukan hal baru sendirian. Pengawasan pada masa ini sangat diperlukan untuk meminimalisir resiko cidera karena mencoba hal baru.

Usia 3 tahun sampai 4 tahun

Pada masa ini anak sudah mulai mengenali emosinya sendiri. Hal ini ditandai dengan mereka akan tertawa besar ketika bertemu hal yang dianggapnya lucu dan akan histeris jika bertemu dengan hal yang dianggap berbahaya olehnya. Kembali, pengawasan dari pengasuhnya sangat berperan pada masa ini.

Usia 4 tahun sampai 5 tahun

Pada masa ini anak sudah mulai bisa mengenali emosi positif dan negative yang ada dalam dirinya. Anak pada masa ini pula sudah bisa berempati dengan sesama. Misalnya ketika ada temanya sepermainannya yang menangis, maka dia akan berusaha menenangkan temannya tersebut. Selain itu, sifat egoisnya masih akan muncul pada saat ini. Sisi koopertatif anak tadi bisa tiba-tiba menghilang ketika suasana hatinya tidak baik. Anak pada masa ini juga akan memiliki selera humor. Mereka akan bertingkah konyol agar orang disekitarnya tertawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *