Natasha Angel – Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), premi untuk investasi unit link memberikan kontribusi sebesar 50% lebih dari total premi dan mengalahkan popularitas asuransi tradisional. Sayangnya, melambungnya reputasi asuransi unit link belum diimbangi dengan pemahaman seputar produk tersebut, termasuk membedakannya dari investasi reksa dana.

Dari segi definisi, reksa dana termasuk instrumen investasi resmi, sedangkan unit link masih memerlukan campur tangan perusahaan asuransi. Perbedaan-perbedaan lainnya mencakup:

asuransi unit link

  • Jumlah dan waktu investasi

Ketika berinvestasi dengan unit link, Anda harus menyetorkan uang yang sudah ditentukan setiap bulannya (premi) dan akan dikenai denda kalau terjadi keterlambatan. Berbeda dengan reksa dana yang membebaskan investor untuk menyetor uang dalam jumlah berapa pun dan tak dikenakan tenggat.

  • Biaya jual dan beli investasi

Nasabah yang memilih unit link biasanya akan dikenakan charge 5% saat hendak membeli atau menjual investasi mereka. Pada reksa dana, aturan ini sebenarnya berlaku juga, tetapi hanya dikenakan pada reksa dana online, yakni fee sebesar 1-2%. Sementara untuk reksa dana offline, tak ada biaya tambahan yang dikenakan.

  • Tugas manajer investasi

Baik unit link maupun reksa dana sama-sama membutuhkan manajer. Perbedaannya, Anda dapat mengganti manajer yang mengelola investasi apabila mengambil reksa dana sebagai instrumen. Sementara untuk unit link, hanya ada satu manajer yang ditunjuk dan mereka tak bisa Anda ganti karena sudah ditentukan perusahaan asuransi.

  • Hasil investasi (return)

Dalam hal ini, hasil investasi merujuk pada waktu return terjadi setelah kali pertama Anda menyetor atau bayar premi. Anda yang menggunakan unit link baru bisa melihat return di tahun kedua karena adanya biaya lain dan potongan tertentu. Berbeda dengan return pada reksa dana yang sudah bisa dilihat sejak hari pertama Anda melakukan penyetoran.

  • Cara pencairan

Anda bisa mencairkan dana pada reksa dana atau unit link sewaktu-waktu. Pada reksa dana, pengajuan pencarian dapat dilakukan langsung di tempat membeli produk. Sementara, pada unit link pengambilan dana hanya bisa dilakukan sebagian untuk mencegah polis lapse (pemberhentian asuransi) yang tentunya akan menyulitkan Anda mengakses proteksi.

  • Jumlah minimal investasi

Jumlah minimal investasi untuk reksa dana terbilang terjangkau, yakni dari Rp100.000. Jika memilih unit link, Anda harus mengeluarkan nominal lebih besar, yakni dari Rp350.000 sampai Rp500.000. Selain itu, Anda juga harus melakukan menyetorkan premi secara rutin supaya manajer investasi dapat mengelola dana investasi sesuai kesepakatan. Meski pada asuransi unit link harganya terbilang lebih mahal dibanding reksa dana, namun Anda mendapatkan perlindungan untuk masa depan kelak.

Setelah menyimak perbandingan di atas, Anda diharapkan dapat menentukan produk investasi yang sesuai dengan Anda. Jika mau mendapatkan proteksi sekaligus investasi, maka Anda bisa memilih asuransi unit link. Namun, apabila hanya mau berinvestasi, memilih reksa dana saja cukup untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.